Karpet merah Utilita Arena Birmingham langsung memakan korban di hari pembuka All England 2026, Selasa (3/3). Turnamen level Super 1000 ini membuktikan reputasinya sebagai “kuburan” bagi para raksasa setelah unggulan pertama tunggal putra, Shi Yu Qi, dipaksa mengepak koper lebih awal.
Di tengah drama tumbangnya juara bertahan, Indonesia berhasil mengirimkan tiga wakilnya ke babak 16 besar melalui perjuangan yang kontras; satu lewat kemenangan taktis, satu lewat drama comeback sensasional, dan satu melalui keberuntungan teknis.
Lakshya Sen Bungkam Shi Yu Qi
Laga paling menyita perhatian terjadi di Lapangan 1 saat Shi Yu Qi berhadapan dengan kuda hitam India, Lakshya Sen. Pertandingan yang berlangsung selama 78 menit tersebut menyuguhkan reli-reli panjang yang menguras fisik.
Shi Yu Qi, yang datang sebagai favorit utama, tampak kesulitan meladeni kecepatan Sen di gim ketiga. Pukulan smash menyilang dari Sen menutup laga dengan skor ketat 23-21, 19-21, 21-17. Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi tim China yang menargetkan sapu bersih gelar di sektor putra tahun ini.
Kejutan Ganda Muda Indonesia: Raymond/Joaquin Menggila
Kabar paling menggembirakan bagi publik tanah air datang dari pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Tampil sebagai debutan di panggung All England yang megah, mereka tidak gentar saat harus berhadapan dengan raksasa Korea Selatan, Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju.
Sempat kalah di gim pertama, Raymond/Joaquin menunjukkan mental baja. “Kami hanya berpikir untuk menikmati atmosfer Birmingham. Tidak menyangka bisa membalikkan keadaan melawan pemain kelas dunia,” ujar Raymond usai laga. Kemenangan $17-21, 21-12, 21-19$ ini menahbiskan mereka sebagai “pembunuh raksasa” baru di sektor ganda putra.
Kejutan Ganda Muda Indonesia: Raymond/Joaquin Menggila
Kabar paling menggembirakan bagi publik tanah air datang dari pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin. Tampil sebagai debutan di panggung All England yang megah, mereka tidak gentar saat harus berhadapan dengan raksasa Korea Selatan, Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju.
Sempat kalah di gim pertama, Raymond/Joaquin menunjukkan mental baja. “Kami hanya berpikir untuk menikmati atmosfer Birmingham. Tidak menyangka bisa membalikkan keadaan melawan pemain kelas dunia,” ujar Raymond usai laga. Kemenangan 17-21, 21-12, 21-19 ini menahbiskan mereka sebagai “pembunuh raksasa” baru di sektor ganda putra.
Langkah Pasti Fajar/Fikri dan Nasib Mujur Putri KW
Unggulan Indonesia, Fajar Alfian/M. Shohibul Fikri, tampil sangat dominan saat menyingkirkan wakil Malaysia, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi. Kombinasi serangan depan net dari Fikri dan cover lapangan dari Fajar membuat pasangan Malaysia tak berkutik dan menyerah dua gim langsung.
Di sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani melaju ke babak 16 besar dalam waktu singkat. Lawannya, Mia Blichfeldt dari Denmark, harus mundur saat skor baru menunjukkan 11-1 di gim pertama akibat cedera pergelangan kaki yang tampak serius saat mencoba mengambil bola di depan net.
📊 INFOGRAFIS: STATISTIK HARI PERTAMA
| Kategori | Catatan Utama |
| Kejutan Terbesar | Shi Yu Qi (CHN/1) gugur di R32 |
| Pertandingan Terlama | Lakshya Sen vs Shi Yu Qi (78 Menit) |
| Skor Paling Jauh | An Se-young vs Neslihan Arin (Gim kedua: 21-6) |
| Persentase Kemenangan INA | 50% (3 Menang, 3 Kalah dari 6 Wakil) |
Evaluasi Tim Indonesia
Meski tiga wakil melaju, Indonesia harus kehilangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana yang tampak belum menemukan ritme permainan terbaiknya menghadapi wakil Taiwan. Sementara itu, ganda campuran Gloria Emanuelle Widjaja yang berpasangan dengan Terry Hee (Singapura) dalam format profesional harus mengakui keunggulan dramatis unggulan China dalam rubber game.
Besok, perjuangan Indonesia akan berlanjut dengan turunnya nama-nama besar lainnya seperti Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting yang diharapkan mampu menjaga momentum positif ini.




