Indonesia kembali menunjukkan taringnya di kancah bulutangkis internasional! Skuad Merah Putih tampil perkasa di partai puncak Thailand Masters 2026, Minggu (1/2/2026) di Nimibutr Stadium, Bangkok, dengan berhasil membawa pulang empat gelar juara dari lima sektor yang dipertandingkan. Prestasi gemilang ini menempatkan Indonesia sebagai juara umum turnamen BWF World Tour Super 300 tersebut, mengukuhkan dominasi di hadapan publik Thailand.
1. Tunggal Putra: Zaki Ubaidillah Sukses Redam Harapan Tuan Rumah Partai pembuka final langsung menyajikan drama sengit di sektor tunggal putra. Pebulutangkis muda Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah, berhasil memadamkan ambisi wakil tuan rumah, Panitchaphon Teeraratsakul. Dalam pertarungan tiga gim yang mendebarkan, Zaki menunjukkan mental baja untuk meraih kemenangan 21-19, 20-22, dan 21-19. Atmosfer Nimibutr Stadium yang riuh rendah mendukung wakil Thailand tak menggoyahkan fokus Zaki untuk merebut gelar pertama bagi Indonesia.
2. Ganda Putri: Tiwi/Fadia Jaga Konsistensi Juara Indonesia kembali berpesta di sektor ganda putri. Pasangan Tiwi dan Fadia tampil memukau menghadapi wakil Tiongkok, Bao Li Jing/Li Yi Jing. Sempat kehilangan gim pertama, Tiwi/Fadia bangkit dengan permainan agresif dan solid, membalikkan keadaan menjadi 15-21, 21-15, dan 21-18. Gelar ini membuktikan konsistensi mereka sebagai salah satu ganda putri papan atas.
3. Ganda Putra: Leo/Bagas Tak Terbendung, Ciptakan All-Indonesian Final Puncak kejayaan Indonesia berlanjut di ganda putra. Duo “The Babies”, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, menunjukkan kelasnya dengan mengandaskan sesama wakil Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dua gim langsung 21-10, 21-17. All-Indonesian Final ini menjadi bukti kedalaman skuad ganda putra Indonesia, sekaligus menegaskan mereka sebagai kekuatan dominan di sektor ini.
4. Ganda Campuran: Adnan/Indah Pastikan Gelar Keempat di Final Sesama Merah Putih Koleksi gelar Indonesia genap empat di sektor ganda campuran. Pasangan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil berhasil memenangi “perang saudara” melawan Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti. Lewat pertarungan ketat tiga gim 18-21, 21-19, 21-17, Adnan/Indah memastikan gelar juara keempat bagi Indonesia, menutup rangkaian final dengan manis.
Dengan hasil gemilang ini, Indonesia tak hanya mengukuhkan diri sebagai kekuatan bulutangkis dunia, tetapi juga memberikan sinyal kuat jelang turnamen-turnamen besar selanjutnya. Para juara baru dan lama dari skuad Merah Putih siap melanjutkan perjuangan mengharumkan nama bangsa di panggung internasional.


